Senin, 17 Juni 2013

Thanks To Taufik Hidayat

Terimakasih buat aa Taufik Hidayat yang sudah memberikan kebanggan untuk Indonesia lewat prestasinya di dunia Badminton. Dari awal aku liat pertama kali pas SD sampai udah kerja dan sekarang aa Taufik udah berhenti menjadi atlet.

Walaupun udah pensiun sepertinya saya akan tetap mengidolakannya. Cuma dia atlet yang bikin saya gak nafsu makan pas kalah pertandingan. Dia yang ngebuat saya suka maen badminton.

Semoga tetap sukses di luar sana setelah tidak menjadi atlet lagi. Fans aa Taufik pasti akan merindukan kehadirannya di lapangan badminton.

Walaupun udah gak maen lagi, saya masih tetap berharap bisa ketemu aa. :''))

Jumat, 10 Mei 2013

Kiat-kiat Memilih Jodoh

Sebelumnya jangan heboh dulu kenapa aku nulis judul itu. Itu juga bukan karna aku salah nulis judul. Judulnya emang bener kaya gitu. Tapi jangan mikir yang macem-macem yaah. Aku kepikiran kalau materi yang aku dapet hanya ada di dalem buku itu kemungkinan besar akan hilang. Jadi aku berinisiatif buat bikin bentuk softcopy nya. Makanya aku tulis disini. Ya bisa dibilang mau bikin rekapan materi kajian atau liqo yang pernah aku ikuti. Kenapa cuma tentang agama? Karna kalau tentang akuntansi atau pajak aku yakin gak ada yang bakal baca. Dan InsyaAllah yang bakal aku tulis di blog hanya catetan ku yang di buku kecil karna itu paling rawan hilang. Materi yang ada di binder yang besar terlalu banyak..hehe. Kebetulan materi tentang munakahad ini ada di buku kecil. Ini beneran kebetulan.

Aku cuma ikut kajian munakahad sekali. Ini kajian yang khusus munakahad yang diadakan setiap seminggu sekali. Aku ikut yang gelombang dua. Tapi karna waktu itu Ustadz nya sibuk ke luar kota terus jadi aku cuma bisa ikut sekali doang. Dan meteri yang diberikan waktu itu adalah tentang kita-kiat memilih jodoh.. Silahkan menyimak :)

1. Tentukan tujuan.

Tujuan hidup kita akan menentukan sifat calon pasangan kita yang sesuai. Ini kata2 yang paling aku inget "Cintai karakternya bukan orang nya" jadi kalau pun kita tidak berjodoh dengan si dia itu bukan masalah yang besar. Yang kita cintai adalah karakternya maka kita bisa mencintai orang lain dengan karakter yang mirip. Tapi kalau udah punya jodoh ya jangan jatuh cinta sama yang lain!

2. Kenali calon anda

  • secara fisik: identitas lengkapnya, mempunyai penyakit/tidak, dan tentang pekerjaannya
  • secara nonfisik: pemikiran, akhlak, moral, sosialnya
3. Meminta bantuan kepada orang yang anda percaya
  • memberikan tugas yang jelas/pencarian informasi yang jelas
  • minta tolong kepada orang yang bisa menjaga rahasia
  • bisa mencarikan informasi
  • bisa menjaga harga diri kita
     yang perlu diingat adalah orang tua adalah orang yang paling bisa dipercaya untuk mencarikan jodoh
     dan jangan meminta bantuan kepada teman sebaya nanti malah kebalik yang jadi siapa..hehe

4. Jangan tergesa-gesa menentukan pilihan

5. Carilah orang yang 1 fitroh (pemikiran)

6. Lakukan Istikharoh (lakukan diawal)

7. Pikirkan dengan pikiran yang jernih. Jangan dengan emosi dan jangan jatuh cinta duluan.

8. Pakai logika yang logis.

9. Hindari cinta buta. 

Jangan jatuh cinta pada pandangan pertama tetapi pada pandangan terakhir. Maksudnya kita harus mengenal calonnya itu dulu baru jatuh cinta. (seingetku itu)

10. Lakukan proses yang benar. Jangan Pacaran!

11. Jangan merugikan orang lain dan diri sendiri.

12. Cinta harus memiliki. Jangan mencintai orang lain yang tidak bisa dimiliki.


Sekian ringkasan materi dari catetan buku kecil ku ini. Kalau ternyata ada yang keliru mohon dikoreksi. dan semoga bermanfaat wahai para pejuang cinta!! hahaha.. semoga kita semua dimudahkan dalam mendapatkan jodoh.. Aamiin..

*ini bukan edisi galau jodoh*


Kamis, 09 Mei 2013

Hijab mu Pelindung mu

Apakah anda sudah berhijab? (maaf ini pertanyaan khusus cewek..hehe). Alhamdulillah kalau kamu emang udah berhijab. Apa sih hijab itu? terus beda nya dengan jilbab apa? terus tau gak khimar itu apa? Bulan kemaren akun twitter @kelasdakwah membahas tentang perbedaan Hijab, Jilbab, dan Khimar. Tadinya sih aku kira hijab itu bahasa arab dan jilbab bahasa indonesia nya yang artinya sama2 penutup. Ternyata benar! tapi kurang tepat hehe. Hijab itu artinya penutup secara umum. Kalau Jilbab itu pakaian kita dari atas sampai ke bawah. Nah sedangkan khimar itu sesuatu yang menutupi kepala, leher, sampai ke dada. Khimar itu disebut juga kerudung. Tapi gak apalah disini kita sebut saja hijab. toh artinya penutup, masih dalam koridornya (kebiasaan naek bus transjakarta nih).

Aku mulai berhijab pas pertama masuk SMA. Waktu mau lulus SMP emang udah diniatin mau pake hijab kalau SMA. Tapi maaf, awalnya diniatkan bukan karena Allah, biasalah anak labil yang masih nggak tau apa-apa (sekarang pun masih banyak gak taunya..hehe). Waktu itu cuma pake hijab kalau mau sekolah dan pergi doang. Di rumah ya biasa aja. Tapi lama kelamaan aku ngerasa nyaman dengan hijab itu dan tau kalau menutup aurat itu wajib. Harga mati.

Terus punya keinginan buat pakai hijab terus dimanapun aku berada termasuk di rumah. Cari momen yang pas. Aku niatkan kalau aku diterima di STAN bakalan pakai hijab di rumah juga. Alhamdulillah tanggal 1 September 2009. Hari itu aku tau doa ku terkabul. Harapan orang tua ku tercapai. Salah satu mimpi ku terwujud. Dan sejak itu lah aku bertekad untuk tidak membuka hijab ku di depan orang selain keluarga ku.

Yang aku tau adalah memakai penutup kepala dan leher. Mungkin itu belum bisa disebut khimar atau kerudung karna kalau khimar harus menutup sampai ke dada kan? Di STAN lah aku banyak belajar dari orang sekeliling ku. Belajar untuk sedikit demi sedikit memperbaiki diri. Pas kuliah aku juga baru tau, kalau kita tidak hanya harus menutup kepala dan leher tapi juga sampai dada. "... Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya .." (An-Nur: 31). Selain itu aku juga meluruskan niat dalam berhijab. Yaitu karena Allah. Karena ini adalah perintah untuk semua muslimah. Sampai Menutup Dada. Murobbi ku minggu kemaren bilang kalau kita harus selalu mengupgrade niat. Kan kadang niat kita membelot dari jalurnya. Jadi kita harus terus meluruskan niat kita. Agar niat kita hanya semata-mata karena Allah. Ikhlas. :)

Berhijab itu melindungi si pemakainya. Melindungi dari segi internal maupun eksternal. Misalnya dalam diri kita sendiri. Jika kita akan melakukan hal yang "aneh" malu dong sama hijab kita..hehe. maksudnya perbuatan maksiat gitu. pernah ada seseorang ngomong yang intinya kaya gini " Gak ada cowok yang ngedeketin kamu karna kamu terlindungi dengan hijab kamu" kalimat ini jangan diartikan negatif yah. Maksudnya gak ada yang ngajak pacaran, ada nya yang ngajak nikah nanti..hehehe. Jadi kan dengan hijab itu kita terhindar dari perbuatan maksiat. Aamiin...

Mama dulu juga gitu cuma pakai hijab kalau mau pengajian atau pergi aja. Sampai disuruh-suruh terus sama bapak buat nutup aurat dimanana pun mama berada. Tapi mama kata nya masih belum siap. Dan Alhamdulillah sekitar tiga tahun lalu mama bilang kalau pas puasa mama akan pakai hijab seutuhnya. Mama juga sadar pasti banyak orang-orang sekitar yang mempertanyakan pemakaian hijab itu. Ada yang bilang "mau kemana kok pakai jilbab?" atau "eh ada Bu Haji pakai Jilbab?" dan mama mikir itu hanya akan terjadi dalam hitungan minggu. Dan ternyata memang benar itu terjadi. Tapi mama tetep cuwek karna udah punya keinginan kuat untuk berhijab. Dan mama juga tau cara berhijab yang benar. Walaupun mama di rumah terus gak pernah keluar, di tegal maupun di jakarta, tapi mama sering liat acara pengajian di tv, jadi sedikit banyak mama tau tentang ilmu agama. Miss You mama :*

Ini mama ku loh bukan kakak ku..hehe


Bersyukurlah kita hidup di waktu dan tempat dimana berhijab itu tidak dilarang. Pernah denger dan baca juga kalau dulu banyak yang menentang untuk berhijab baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga. Sekarang pun aku liat sudah banyak yang memakai hijab walaupun belum yang semestinya. Semoga saja kita tau dengan lengkap perintah berhijab itu dan berusaha terus untuk memperbaiki diri dan mengupgrade niat kita. Aku pun belum sepenuhnya berperilaku benar. Semoga kita bisa saling mengingatkan dan kita tetap terus dalam keistikomahan di jalan Allah SWT :))



Rabu, 13 Maret 2013

Syukur Ku


Apakah Aku harus mengeluh karna Aku hanya menggunakan kendaraan beroda dua untuk bepergian, bukan naik mobil yang dijamin tak akan kepanasan dan kehujanan?
Apakah Aku harus mengeluh karna Aku Tak punya gadget mahal dengan teknologi canggih seperti yang orang-orang sekeliling ku punya?
Apakah Aku harus mengeluh karna Bapak ku bukan orang yang setiap pagi pergi kerja dengan kemeja mahal dan sepatu mengkilap?
Apakah Aku harus mengeluh karna Mama ku bukan orang yang tiap seminggu sekali kumpul dengan teman-temannya di restoran untuk arisan?
Apakah Aku harus mengeluh karna Aku dan keluarga ku tidak  makan malam bersama di restoran saat weekend tiba?

YA!

Aku harus Bersyukur karna Aku tidak berdiri di pinggiran jalan menawarkan jasa pada mobil yang akan memasuki kawasan 3in1.
Aku harus Bersyukur  karna Aku tidak berada di metromini untuk menjual suara pada para penumpang.
Aku harus Bersyukur karna Bapak ku tidak berada di dekat pintu tol Kanci yang menawarkan es lilin pada setiap mobil yang mengantre saat malam larut.
Aku harus Bersyukur karna Mama ku tidak berada di trotoar yang lama duduk dengan bakul makanan ringannya menunggu orang-orang membelinya.
Aku harus Bersyukur karna Adek ku tidak berada di sekitar kampus dengan membawa ranjang berisi gorengan yang menawarkan pada setiap mahasiswa yang lewat.

Ya Allah
Maafkan Kami jika kami masih saja Kufur atas Nikmat Mu yang melimpah ruah
Maafkan Kami yang tidak pandai mensyukuri Karunia Mu
Kebahagiaan ini atas nikmat Mu yang kami sadari

Senin, 11 Maret 2013

My First Flight


Dari awalnya tanggal 10 sampai akhirnya diundur jadi tanggal 17 Desember 2012 aku berangkat ke Balikpapan. Pesawat jam 06.00 WIB dari bandara soekarno-hatta. Itu pertama kali nya naek pesawat (PENTING). Dari pasar baru jam 4 pagi naek taksi. Karena mama emang repot di warung jadi cuma bisa nganter sampai aku naek taksi. Nunggu lumayan lama di bandara ya datengnya juga dipagiin takut ketinggalan pesawat. Berhubung ini pertama kalinya ya aku sih ngikut aja sama anin temen yang bareng ke Balikpapan.hehe. oia ternyata aku satu pesawat sama dhika. Dia juga mau DL ke Kalimantan. Di bandara kami sempet ngobrol dulu. Bedanya dia cuma 1 minggu DL aku gak tau sampai kapan. Dia ke daerah pelosok aku di kotanya. Haha.
Sebelum berangkat ke Balikpapan sempet ketemuan sama BeMO di Blok M. ya biasalah dinasehatin gitu sama mereka karena diantara kami ber5 cuma aku sama dhika doang yang belum naek pesawat (kasian yah -,-) dikasih tips2 kalo di pesawat gitu sama ewin tapi tips2 gak jelas..haha. Sesuatu yang pertama kali itu menyenangkan yah. Keliatan banget yah aku baru pertama kali naek pesawat. Muka tegang dan bingung mau ngapain. Masang sama buka sabuk pengaman aja bingung (aduh norak banget). Tapi karna pesawatnya berangkat pagi jam 6 jadi di pesawat kebanyakan tidur.
Perjalanan Jakarta-balikpapan 2 jam. Waktu pesawat mau landing aku liat ke jendela dan isinya laut. Bandara Balikpapan emang deket laut. Oke. Aku udah mulai takut. Pesawat semakin turun (ya iyalah namanya juga mau nyampe). Rasanya tuh mau nyebur ke laut. Aduh sebenernya takut tapi muka tetep so cool. Entah si anin tau gak itu. Ya aku tau bentar lagi mendarat tapi perasaan masih di atas laut pesawatnya kok udah mau turun aja. Ternyata emang gak (pilotnya kan lebih pinter). Setelah ada daratan di bawahnya baru lah pesawat itu bener2 turun dan Alhamdulillah mendarat dengan sempurna :D.  Naek pesawat itu punya tantangan sendiri yah. Ini kan baru peswata boeing, belum pesawat ATR yang kapasitas nya lebih sedikit. Itu lebih seru :D

Jalan-Jalan di Pulau Seberang

  


Rumah Adat Suku Tidung. Suku Asli Tarakan
Di Pantai Amal, Tarakan, Kalimantan Timur bersama Ibu2 Pelindo IV Cab. Tarakan.



Naek Pesawat Baling-baling menuju Nunukan. Seruuuuuu.... :D tapi nakutin  -__-


Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Pas Malam Tahun Baru.

Menyambangi Negara Tetangga. Tawau, Malaysia Bareng Mbak2 Pelindo IV Cab. Nunukan dan Pak GM


Fotonya ini agak maksa bareng Pak GM Nunukan.
Sunset di Belakang Kantor Pelindo IV Cab. Tarakan


Coto Makassar Paling Enak di Makassar. Coto Nusantara *Kata bapak2 Pelindo*

Pelabuhan Makassar. Lagi Ceraaah :D

Alhamdulillah kesampaian juga foto disini :))






Semoga bisa mengunjungi Kota Indonesia Lainnya. Tunggu tanggal mainnya..hehehe :D






Ketentuan-Nya


Waktu mutusin untuk keluar dari tempat magang yang dulu, aku gak pernah nyesel, walaupun setelah itu harus nganggur semingguan dulu. Aku kira nyari tempat magang itu gampang. Tinggal kirim email, telpon, interview terus diterima. Yah mungkin itu salah satu kesombongan (na’udzubillah..jangan diulangi). Berbekal info dari temen-temen yang sudah magang aku yakin2 aja. Tapi ternyata nggak segampang itu. Harus ke senen nyari gedung sendiri dan akhirnya nyampai juga dan ketemu divo temen kelas tingkat 1 yang mau interview juga, ada anak STAN yang mau interview juga namanya sarah. Singkat cerita mereka berdua diterima dan aku gak. Padahal aku udah yakin diterima. tapi mereka gak magang disitu juga karena udah diterima di tempat lain.
Nyari tempat lain. Datang langsung ke kantor untuk melamar karna udah janjian juga sama pimpinannya. Harus jalan dari halte harmoni sampai ke kantornya (lumayan berkeringat). Pimpinannya dan pegawainya ramah-ramah. Kali ini juga aku yakin bakalan diterima. Nunggu beberapa hari sampai aku ngerasa bakalan ditolak. Sempet kepikiran mau ke tegal aja nemenin adik-adik yang mau UAN. Tapi mama terus nyemangatin untuk tidak berputus asa.
Di suatu malam aku ngirim lamaran lewat email sebanyak-banyaknya. Nggak mempertimbangkan tempat sama besarnya kantor. Besoknya sarah sms aku kalau ada lowongan di tempat magang temenya. Dengan pertimbangan yang matang hari itu juga langsung ke kantornya. Di daerah thamrin. Berbekal semangat dan kepasrahan diri. keputusan yang aku ambil hari itu juga tidak lepas dari ketentuan Nya. Datang di saat jam makan siang. Alhamdulillah ada orang di ruangan. Segala sesuatunya memang sudah diatur. Hari itu aku langsung dites dan diinterview. Alhamdulillah hari itu juga aku diterima dan besoknya udah disuruh masuk. Seneng bukan maen deh pokoknya. Gak sabar ngasih tau mama. :D
Allah memang tau yang kita butuhkan dan terbaik buat kita. Dengan segala konsekuensinya aku milih kantor itu. KAP Hertanto, Sidik dan Rekan. Padahal waktu lagi tes disitu aku di telpon sama salah satu kap yang semalem aku kirimin email. Tapi hati lebih mantep ke HSR..hehe.
HSR ini kap yang lumayan gede. Sebagian kliennya adalah BUMN. Aku ditugasin ngaudit PT Pelabuhan Indonesia IV yang berkantor pusat di Makassar tapi punya 26 cabang di daerah timur Indonesia. Ternyata ini rencana Allah dibalik penolakan dua kantor sebelumnya yang aku datengin. Aku sangat bersyukur bisa bergabung sama mereka. Bukan hal yang perlu dikeluhkan saat dapet tugas di luar kota bahkan luar pulau untuk beberapa bulan. Toh masih di bumi Allah juga kan. Justru ini yang aku inginkan. DL ke luar kota terus naek pesawat..haha (maklum belum pernah terbang..hehe). Dan gak nanggung2. Sekalinya DL langsung ke 4 kota sekaligus. Balikpapan, Tarakan, Nunukan, dan Makassar. Ini juga salah satu impian ku (belum aku publish sih tapi udah aku tulis di buku). Keliling Indonesia J . ini sebagai permulaan tercapainya mimpi itu dan semoga di lain waktu bisa mengunjungi kota laiinya.
Keputusan yang kita ambil juga atas kehendakNya. Bukankah hanya Allah yang bisa membolak balikan hati manusia? Setiap detik, setiap langkah, setiap keputusan adalah bagian dari ketentuan Allah yang harus kita jalani. Kita tidak tau apa yang akan terjadi setahun, sebulan, seminngu, satu jam, bahkan satu detik yang akan datang. Tugas manusia hanya berencana dan Allah lah yang menentukan. Termasuk mengenai kebijakan dari seseorang yang berkuasa disana. Yang menjadikan aku dan teman2 yang lain harus menunggu beberapa bulan untuk mendapatkan kepastian. Allah pun sudah menyiapkan rencana itu untuk kita yang diharapkan kita bisa mengambil hikmah dari hal tersebut. Semoga kita bisa siap dengan ketentuan Allah berikutnya. Oia jangan lupa untuk tetap berusaha karena ketentuan Allah juga melihat dari kerasnya usaha kita J